Untuk kelancaran dan keamanan lalu lintas alur pelayaran jumlah Sarana Bantu Navigasi Pelayaran yang dioperasionalkan saat ini sebanyak 1972 milik DJPL dan 836 non DJPL (pihak swasta) untuk penandaan bangunan bangunan khusus. Lambatnya pertumbuhan pembangunan Sarana Bantu Navigasi
Pelayaran disebabkan oleh terbatasnya anggaran yang tersedia. Untuk tahun
2001 anggaran dana DIK untuk Operasional 24 Distrik Navigasi dan BTKP
sebesar Rp.65.208.697.000,- (yang merupakan 59,71 % dari kebutuhan sebesar
Rp.109.209.834.000,-) sedangkan DIP yang dialokasikan untuk pengadaan
/ pembangunan Sarana Bantu Navigasi sebesar Rp.14.195.462.000,- (+ 25%
dari jumlah kebutuhan), yang tahun ini diprioritaskan untuk pembangunan
SBNP pada jalur ALKI yang sesuai dengan ketentuan IMO sebanyak 75 unit,
baru dapat dibangun sub strukturnya sebanyak 34 unit (23 unit rambu suar
dan 11 unit menara suar). Selain dari DIP proyek juga dibiayai oleh pinjaman
Luar Negeri sebesar DM.42 Juta dari pinjaman KFW Jerman (Loan Agreement
tanggal 3 Mei 2000) untuk pengadaan peralatan SBNP dijalur ALKI. Kekurangan
pembiayaan dari Dana Rutin, diakomodir dari hasil penerimaan uang rambu
yang berdasarkan target penerimaan sebesar Rp.127.035.000.000,- terrealisasi
penerimaan Rp.114.992.815.087,- sedangkan yang diwujudkan dalam DIK-S
Ditjen Hubla sebesar Rp.63.517.500.000,- dan yang dialokasikan untuk kegiatan
kenavigasian sebesar Rp.44.371.508.000,- (69,86 %).
|